BORNEONEWS, Sampit - Peran keluarga pasien gangguan kejiwaan sangat penting, terutama saat pasien membaik dan dikembalikan ke keluarganya. Hal itu seperti yang disampaikan dokter spesialis kejiwaan dr Chairul Waro, Kamis (10/8/2017).

Menurut Waro, stigma negatif kerap kali masih ada pada keluarga pasien saat pasien bisa dinyatakan kembali ke rumahnya. Bahkan, saat memulangkan, mereka sendiri yang harus menghubungi keluarga pasien untuk menjemput pasien. "Untuk perawatan dua minggu, kondisi mereka membaik kita pulangkan setelah itu," ucap Waro.

Saat pasien dipulangkan, kendala yang terjadi keluarga tidak secara aktif mendampingi terapi obat, latihan perawatan diri, latihan sosialiasasi dan pekerjaan sehari-hari seperti apa yang dilakukan petugas rumah sakit saat merawat mereka.

"Setelah perawatan, care giver atau keluarga ambil peran, kalau tidak apalagi pemberian obat kadang diberi kadang tidak, itu yang mengakibatkan penyakitnya kembuh lagi," tukasnya.

Apalagi menurutnya, bagi keluarga yang sudah merasa lelah merawat mereka dan tidak secara teratur, maka berpotensi kambuh lagi, terlebih jika dipasung kembali. Kondisi tersebut menurutnya jangan sampai terjadi, jika ingin pasien pulih. (NACO/B-2)