BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Minamas Plantation diperkirakan akan meningkat lebih tajam mendekati kisaran 3 juta ton pada tahun buku 2017/2018 setelah tumbuh hanya 5% pada tahun sebelumnya.

"Kami memperkirakan pada 2017/2018 produksi tandan buah atau segar (TBS) dari kebun inti tumbuh 12% dari realisasi tahun buku sebelumnya sebanyak 2,7 juta ton. Curah hujan yang cukup melanjutkan titik balik produksi setelah kemerosotan akibat dampak El Nino 2 tahun lalu," kata Head Plantation Operations Minamas Plantation, Roslin Azmy Hasan, di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Roslin mengatakan, pada 2015 perusahaan hanya melakukan sedikit pemupukan. Pasalnya, cuaca yang terlampau kering membuat efektivitas pemupukan berkurang.

"Kala itu, volume pupuk yang ditaburkan hanya separuh dari kebutuhan. Langkah itu tidak cukup menopang produksi karena tanaman sawit stres oleh kekeringan hingga panen anjlok 19%," papar dia.

Seiring El Nino mereda, produksi anak perusahaan raksasa sawit Malaysia Sime Darby Plantation itu membaik pada 2016 sampai paruh pertama tahun ini. Dari produksi TBS 2,7 juta ton, 23 pabrik kelapa sawit milik perseroan menghasilkan 723.724 ton minyak sawit mentah (CPO).

"Curah hujan selama 18 bulan yang kami dapat banyak menyokong produksi TBS," ujar Roslin.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca normal sepanjang paruh kedua 2017 hingga awal 2018. Kondisi itu memperkecil kemungkinan kebakaran hutan dan lahan secara luas. (NEDELYA RAMADHANI/m)