BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Muhammad Shaleh mengingatkan tim anggaran eksekutif untuk tidak mengusulkan kegiatan yang berat-berat pada APBD Perubahan.
"Dalam APBD Perubahan jangan berani mengusulkan pekerjaan fisik yang berat. Sebab waktu pelaksanaanya sangat sempit," kata Shaleh, Minggu (13/8/2017).
Dia meminta agar aspirasi dalam reses dan musrenbang yang bisa diakomodir dalam APBD Perubahan 2017 ini. Karena masih banyak aspirasi yang belum terlaksana.
Jika dipaksakan pekerjaan fisik yang memakan waktu lama tentu akan berdampak dan dikhawatirkan tidak selesai nantinya. Mereka mendukung, pelaksanaan kegiatan fisik yang dilakukan pada APBD Perubahan ini berskala kecil saja, namun menjadi kebutuhan masyarakat.
Shaleh mendorong agar dalam APBD Perubahan ini bisa difokuskan untuk memenuhi aspirasi reses dan musrenbang yang sempat tertunda beberapa waktu lalu, agar tahun anggaran ini selesai kegiatan tersebut.
"Seperti halnya pada peningkatan infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat yang diajukan melalui reses dan musrenbang," pungkas Shaleh. (NACO/B-11)
Eksekutif Diminta Tak Usulkan Kegiatan Berat di APBD Perubahan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
RMP di Teluk Sampit Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Buka Lapangan Kerja
Komentar (0)
Memuat komentar…







