BORNEONEWS, Kasongan - Sekitar 100 hektare lahan jagung di Kabupaten Katingan dilaporkan rusak akibat banjir pertengahan Juli 2017 lalu. Selain itu, ribuan hektare tanaman pisang juga rusak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Katingan Hendri Nuhan, Rabu (16/8/2017), mengatakan, kerusakan itu berdasarkan laporan UPTD pertanian di sejumlah kecamatan.
"Rata-rata tanaman jagung yang rusak pascakebanjiran itu baru berumur sebulan. Samun ada juga yang sudah mulai berbunga," kata Hendri Nuhan.
Selain di wilayah Kecamatan Tasik Payawan, tanaman jagung yang rusak itu juga milik petani di Kecamatan Katingan Hilir, Tewang Sanggalang Garing, Pulau Malan dan Kecamatan Katingan Tengah serta Kecamatan Sanaman Mantikei.
Namun untuk tanaman padi, ujar Hendri dilaporkan yang rusak hanya sekitar 20 hektare.
"Kalau tanaman padi yang rusak berdasarkan laporan sekitar 20 hektare saja, karena memang saat banjir belum masa tanam. Rata-rata yang kebanjiran itu baru ditanam di wilayah Kecamatan Tewang Sanggalang Garing," imbuh Hendri Nuhan. (ABDUL GOFUR/B-11)








