BORNEONEWS, Palangka Raya – Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah mencapai 106 hektare (ha), terluas berada pada dua daerah. Yaitu, di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas. Dipastikan karhutla sudah melanda seluruh wilayah, 14 kabupaten dan kota di Kalteng.
“Terbesar lahan terbakar itu berada di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, Rivianus Syahril Tarigan, di Palangka Raya, Kamis (17/8/2017).
Sejauh ini memang lahan terbakar ini tersebar di seluruh 14 kabupaten/kota di Kalteng. Namun dua daerah tersebut yang paling banyak. Untuk jenis lahan atau hutan yang terbakar, Sayhril menyebut dari kawasan yang bermacam-macam baik jenis hutan maupun lahan lainnya.
“Kalau yang sudah berhasil kita data sampai hari ini totalnya mencapai 106 ha. Jenis lahannya macam-macam,” urai Syahril Tarigan.
Bagusnya, BPBD Kalteng memastikan kesiap-siagaan jajarannya dan peralatan dalam penaggulanagan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Syahril menegaskan telah siap. Selain pihaknya, ada beberapa pihak yang dilibatkan termasuk TNI-Polri.
Mengenai anggaran, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kalteng ini menyebut tergantung kebutuhan. Sebab sifatnya berada di pos belanja tidak terduga, dan dalam kondisi cukup. Hanya saja, ia tidak tahu berapa pasti total anggaran disiapkan karena bukan pada satuan kerjanya.
“Yang pasti tersedia sangat cukup baik di APBD juga karena ada di Belanja Tidak Terduga, sangat tersedia cukup. Anggaranya tidak ada di kami, sehingga untuk jumlah pastinya berapa, saya belum tahu pasti,” katanya. (ROZIQIN/N).








