BORNEONEWS, Palangka Raya - Masuknya Kota Palangka Raya dalam 10 daerah status terendah dalam kinerja penyelenggaraan pemerintahan mendapat perhatian Kepala Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Saidina Aliansyah. Beberapa hal disarankannya, supaya daerah lain di Kalteng memerhatikan kinerja pemerintahannya.
Menurut Saidina, kelengkapan dokumen yang diminta oleh tim penilai pusat adalah hal sangat penting diperhatikan dan disediakan dengan baik. Jika tidak, lanjut dia, mana mungkin akan mendapat penilaian yang memuaskan.
"Penekanan inspektorat, adalah semua kabupaten kota yang akan dilakukan evaluasi dan penilaian penyelenggaran pemerintahan daerah. Kelengkapan fisik atau data pendukung harus dilengkapi dan disajikan dengan baik. Itu intinya," kata Saidina, Rabu (17/8/2017).
Lalu bagaiamana bisa Palangka Raya mendapat rangking 10 terburuk dalam pengelolaan kinerja tata pemerintahan? "Mereka tidak melengkapi persyaratan yang dipersyaratkan. Misalkan data pendukung," kata Saidina saat ditanya jebloknya Kota Palangka Raya tesebut.
Kalau bicara sumber daya manusia (SDM) aparatur, lanjut Saidina, indeks kinerja termasuk instrumen lain yang diperlukan harus disiapkan. Yang jelas mereka (pemerintah daerah) harus melengkapi dokumen fisik. "Kalau bicara SDM kedisiplinan, berarti semua absen dikumpulkan. Audit fisiknya jangan asal bilang ada ini-itu tapi tidak ada bendanya," tutur dia. (ROZIQIN)
Ini Penyebab Kota Palangka Raya Mendapat Penilaian Rendah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Komentar (0)
Memuat komentar…







