BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Putri Eka Permatasari SMAN 3 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, tidak mampu lagi menahan tangis haru seusai menjalankan tugasnya membawa baki bendera Merah Putih.
Pasalnya, sebagai pembawa baki bendera saat upacara peringatan detik-detik Proklamasi ke 72 RI di halaman kantor Bupati Kobar, anggota Paskibra ini menyandang beban mental yang berat.
"Alhamdulillah, saya berhasil menyelesaikan tugas dengan lancar. Rasa gugup memang sempat terasa sebelum bertugas. Namun setelah tugas selesai, rasanya sangat lega dan bangga," ujarnya sambil mengusap air matanya, Kamis (17/8/2017).
Anak pasangan Kopka Sabar yang bertugas di Polisi Militer Pangkalan Bun dan Martini ini mengaku, dunia Paskibra bukanlah hal yang asing bagi keluarganya. "Karena ibu saya dulu seorang anggota Paskibra tahun 1994. Saat saya mengatakan pada ibu bahwa terpilih menjadi pembawa baki, beliau sangat bangga," ujar Putri.
Di tempat yang sama, Martini, Ibu Putri mengatakan, bahwa ia sempat merasa deg-degan saat anaknya bertugas. "Namun setelah itu saya sangat lega," ujar Martini. (WAHYU KRIDA/B-2)
Cerita Pembawa Baki Bendera saat Bertugas pada Upacara HUT Kemerdekaan di Kabupaten Kobar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Jangan Nekat Buang Sampah Sembarangan! Kelurahan MB Hilir Siap Tindak Pelanggar
Komentar (0)
Memuat komentar…







