BORNEONEWS, Sampit - Saat ini jasad Muhammad Khanif (23), warga Desa Dlopo, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang ditemukan tewas tak berkepala di tepi Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, akhirnya dikuburkan oleh warga. 


"Sudah kami kuburkan, namun nanti akan dibongkar lagi untuk kepentingan autopsi," ujar Pejabat Kepala Desa Ujung Pandaran Muslih, Kamis (17/8/2017). 


Penguburan tersebut dilakukan sambil menunggu pihak tim dokter dari Palangka Raya untuk melakukan autopsi. Sehingga nantinya kalau sudah datang maka akan langsung dibongkar. Selain itu, penguburan juga dilakukan agar bau tak sedap tidak tercium lagi. Karena hal itu sangat mengganggu penciuman warga sekitar. 


"Sudah kami koordinasikan dengan aparat kepolisian untuk penguburannya, namun jasad akan kembali dibongkar nantinya," kata Muslih. 


Hingga saat ini belum diketahui penyebab tewasnya korban. Selain itu, keluarganya juga tidak tahu akan hal tersebut. Namun, pada saat ditemukan, jasadnya tida berkepala. Menggunakan pakaian langsung warna biru, dan di dalam dompetnya ada Kartu Tanda Penduduk (KTP) bernama Muhammad Khanif. 


Penemuan mayat tersebut bermula ketika masayarakat sekitar hendak berangkat melaut dan mencari ikan. Merekapun turun ke tepi pantai di daerah tersebut. Namun beberapa dari mereka mencium bau yang kurang sedap. 


Hal itupun awalnya tidak dihiraukan, karena dikira hanya bau banke ikan atau hewan pantai lainnya. Namun karena tidak hilang, merekapun mencari sumber bau tersebut, dan melihat ada sebuah benda seperti bonek dari kejauhan. 


Karena penasaran, warga langsung melakukan pemeriksaan. Ketika sampai di TKP, alangkah kagetnya mereka karena melihat sesosok mayat terdampar yang sudah tidak ada kepalanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)