BORNEONEWS, Sampit - Setiap tahun jumlah narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIb Sampit terus bertambah, akibatnya berpengaruh terhadap ketersediaan fasilitas air bersih.
Seperti disampaikan oleh Kepala Lapas Sampit, M Khaeron saat pemberian remisi umum di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di Lapas Sampit, Kamis (17/8/2017).
Menurut Khaeron beberapa tahun lalu Lapas Sampit saat penghuninya sekitar 400 orang diberi oleh Pemerintah Daerah sarana air bersih yakni sumur bor, namun tahun ini jumlah penghuninya mencapai 737 orang, sehingga sarana yang ada tidak menampungi lagi.
"Karena debit air yang disedot cukup banyak untuk kebutuhan penghuni sampai pasir-pasirnya ikut terangkat, itu saat curah hujan masih tinggi seperti ini, kalau terjadi musim kemarau nanti kami tidak tahu lagi," kata Khaeron.
Dari itu Khaeron berharap Pemerintah Daerah bisa memberikan tambahan fasilitas air bersih, seperti sumur bor agar ketersediaan air bersih bagi warga binaan bisa memadai.
Bupati Kotim, H Supian Hadi langsung menyambut usulan itu, pada APBD Perubahan 2017 ini menurutnya akan dianggarkan sarana penambahan sumur bor.
"Kita akan siapkan anggaran di APBD Perubahan tahun ini, sumor bor dengan profile tanknya," tukas Bupati.
Bupati mengapresiasi kepedulian Kepala Lapas terhadap warga binaannya itu. Apa yang disampaikan Khaeron menurut Supian bukan untuk kepentingannya, melainkan untuk warga binaannya. (NACO/B-5)
Jumlah Napi Bertambah, Lapas Sampit Butuh Fasilitas Air Bersih
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
Komentar (0)
Memuat komentar…







