BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran yang melanda Madrasah Aliah Negeri (MAN) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghanguskan enam ruangan. Sehingga ini membuat terganggunya proses kegiatan belajar-mengajar di sana. Walaupun begitu, untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa dan juga ruang kerja guru, pihak sekolah memakai tiga ruangan yang bukan diperuntukkan untuk kelas siswa dan ruang TU.

"Kami gunakan ruang aula yang cukup besar dan juga ruang laboratorium untuk kelas, sedangkan ruang TU dan BK terpaksa menggunakan ruang PMI," ujar Idris, seorang guru MAN Sampit, Senin (21/8/2017).

Dengan menggunakan ruangan tersebut, membuat sejumlah kegiatan siswa juga terhambat.

"Kalau dari pemda kami dapat bantuan kursi, itu hanya dipinjamkan sementara, sampai ruangan sudah dibangun," kata Idris.

Sementara, untuk pembangunan ruangan belum diketahui. Kemungkinan besar menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat, ataupun Kementerian Agama. Dan itupun kemungkinan besar baru pada 2018 mendatang baru dibangun.

Walaupun begitu, pihaknya tetap berusaha memberikan pembelajaran kepada para siswa dengan baik. Tanpa mengurangi sedikitpun. Selain itu, pihak guru juga meminta agar siswa tidak berkecil hati dan tetap semangat untuk terus menuntut ilmu di sekolah tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)