BORNEONEWS, Sampit - Kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak akan pernah luput dari peran pemuka agama dan pesantren. Demikian pula perjuangan bangsa ini di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Hal tersebut mengemuka dalam Tausiyah Kebangsaan dalam rangka Syukuran Hari Kemerdekaan Republik Indenesia ke-72 yang diinisiasi DPC PKB Kotim. "Ini sebagai salah satu cara kita untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Semoga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Kotim," kata Sekretaris DPC PKB Kotim, Fajar Hariady, kepada Borneonews, Senin (21/8/2017).
Acara yang bertempat di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Jaya Kelapa, Samuda itu dihadiri langsung Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail Balghaits, Minggu (20/8/2017). Dalam kesempatan itu dia menegaskan, umat Islam paling mengerti tentang kebangsaan.
"Jangan ajarkan umat Islam tentang kebangsaan. Karena umat Islam paling mengerti kebangsaan. Dalam Islam diajarkan cinta Tanah Air," kata Ismail.
Besarnya peran umat Islam dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. Ini dibuktikan dengan proklamator sendiri beragama Islam. "Bung Karno dan Bung Hatta beragama Islam," tegasnya.
Bahkan dasar negara Indonesia, Pancasila dan UUD 1945 merupakan unsur ajaran agama Islam. Disebutkannya, Islam mengajarkan umat Islam untuk taat pada pemimpin, mulai dari presiden, gubernur, bahkan bupati.
"Karena itu jangan mengejek-ejek pemimpin. Saya tidak suka kalau ada meme (gambar bertulisan) yang mengejek-ejek pemimpin, mengejek-ejek presiden. Maka kita harus taati pemimpin," kata Said Ismail. (NOOR ANNISA/B-11)








