BORNEONEWS, Sampit - Usianya masih 11 tahun, tetapi perempuan bernama Bintang Meyar Della ini sudah mengharumkan nama Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur. Dia meraih juara pertama di O2SN tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan juara kedua di O2SN tingkat Nasional tahun 2017.

Tempatnya mengenyam sekolah bahkan bukan yang favorit. Dia hanya menempuh pendidikan di sebuah Yayasan Anwar Karim, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang Kotim.

Walaupun hanya yayasan, namun sekolah tersebut sangat memperhatikan kebutuhan para muridnya. Bahkan guru-guru yang diperkerjakan juga tidak sembarangan, namun hampir semuanya berpendidikan strata satu.

Meskipun begitu, Bintang mengatakan dirinya tidak setiap waktu belajar agar meraih prestasi tersebut. Dalam sehari usai pulang sekolah hanya beberapa jam saja membuka kembali pelajaran yang diberikan gurunya.

"Biasanya saya belajar usai pulang sekolah sekitar setengah jam, dan malam sebelum tidur, serta pagi saat mau berangkat sekolah," ujar Bintang.

Sedangkan dari guru di yayasan dirinya juga banyak mendapatkan ilmu. Bahkan dirinya dilatih dengan baik hingga akhirnya bisa berhasil membawa prestasi membanggakan tersebut.

Selain itu, meskipun yayasan tersebut berada di pedesaan. Namun fasilitasnya terbilang mencukupi. Bahkan tidak ada kata kekurangan guru di tempat tersebut. 

Pengurus Yayasan Anwar Karim, Teguh Kanna mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan anak didiknya. Karena mampu mewakili Kabupaten Kotim, bahkan Kalteng dalam ajang lomba sains. Terbukti mampu meraih hasil yang sangat baik dan mendapatkan juara II tingkat Nasional.

“Kami memang sudah lama mendirikan sekolah khususnya melalui Yayasan. Ini demi anak-anak yang ingin belajar agar sama dengan anak-anak yanga ada di Sampit," terang Teguh.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim Bima Eka Wardana mengatakan, pihaknya merasa bangga bahwa ada salah satu pelajar di Kotim yang meraih penghargaan serta membawa nama harum daerah. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah memberikan pendidikan yang layak dan sesuai dengan yang diinginkan.

Pemerintah sendiri juga terus melakukan pemantauan dan pengawasan kepada para anak-anak yang berprestasi. “Kami berharap prestasi ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Juga agar bisa diikuti pelajar lainnya,” kata Bima. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)