BORNEONEWS, Palangka Raya – Penilaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap kinerja Pemerintahan Kota Palangka Raya terus mendapat perhatian dari sejumlah kalangan. Pasalnya, nilai itu menempatkan kota berjuluk ‘CANTIK’ ini pada rangking ke-10 terburuk di Indonesia.

Seperti diungkapkan Heru Hidayat. Sebagai tokoh muda di yang terus aktif di berbagai kegiatan masyarakat ini, menekankan perlunya upaya untuk terus memperbaiki kinerja pemerintah daerah di antaranya dengan pola yang dilakukan secara terukur, terstuktur, dan teratur.

“Hal ini menanggapi hasil penilaian Kemendagri kepada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Saya mengapresiasi upaya yang di lakukan oleh jajaran Pemko, hanya saja perlu di tingkatkan upaya yang lebih secara serius dan bersinergi agar capaiannya bisa terukur secara baik,” ungkap Heru kepada Borneonews.co.id, Senin (21/8/2017).

Mantan Anggota DPRD Kalteng ini selain mengapresiasi juga menandaskan agar Pemko melibatkan semua komponen secara terstruktur, dan bergerak terus secara teratur sehingga memudahkan upaya pencapaian target dan evaluasi.

“Harus diupayakan bagaimana menyamakan presepsi  di jajaran Pemko agar bisa saling membantu upaya meraih target capaian, memenuhi parameter, evaluasi berkesinambungan.  Hal ini penting di lakukan agar keberhasilan yang di raih adalah hasil kerjasama banyak pihak yang saling bersinergi dan jangka panjang,” sebutnya. 

“Ada tiga poin mendasar yang harus menjadi perhatian untuk meningkatkan kinerja yaitu kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, dan daya saing,” tandasnya kritis. (ROZIQIN/B-6)