BORNEONEWS, Palangka Raya – Menjadi bagian dari peserta paskibra merupakan sebuah kebanggaan. Sama halnya yang dirasakan Yenita, siswi Kelas 2 SMAN Rungan. Yenita bahkan tidak pernah absen untuk terus menjalani latihan tersebut. Berkat kegigihannya menjalani latihan, ia pun sukses menjadi bagian untuk mengibarkan bendera merah putih pada 17 Agustus 2017 lalu.

Namun dalam proses latihan, dia sering mendapat teguran dari sang pelatih, anggota Koramil 1016-05 Tumbang Jutuh, Serma Yahya. Teguran tersebut bukan karena kesalahannya, tapi karena bajunya yang terlihat kusut.

Serma Yahya lantas menanyai hal itu. Yenita kemudian mengaku bahwa dirinya tidak memilii setrika. Ungkapan Yenita rupanya menjadi perhatian Danramil 1016-05 Tumbang Jutuh, Kapten Inf Suradi.

“Dari cerita yang bersangkutan, akhirnya kita belikan setrika dan diserahkan Serma Yahya. Ini sebagai wujud simpatik dan peduli kepada anak paski,” kata Kapten Inf Suradi kepada Borneonews.co.id, Senin (21/8/2017).

Menurut Suradi, anak-anak Rungan pada dasarnya memiliki bakat yang perlu diberi motivasi. Salah satu bakatnya yakni pernah mengikuti even tingkat kabupaten seperti lomba pidato, olahraga dan lain-lain.

“Jangan sampai anak-anak kita minder dengan hal spele. Generasi harus lebih baik dari pada kita. Proses belajar dan program konseling sangat diperlukan,” tutur Suradi. (BUDI YULIANTO)