BORNEONEWS, Kasongan - Camat Katingan Hilir Kabupaten Katingan, Ardiansyah mengimbau warganya agar berhati-hati terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Katingan dr Robertus Pamuriyanto mengatakan, Katingan Hilir, dan Katingan Tengah, dua wilayah rawan penyebaran DBD.
"Kondisi alam kita sekarang ini sulit diprediksi, dan sebenarnya akhir Agustus biasanya sudah jarang hujan, tapi sekarang curah hujan malah tinggi," ujar Camat Katingan Hilir, Ardiansyah, di Kasongan, Rabun (23/8/2017).
Curah hujan yang masih tinggi ini, sebut Camat Ardiansyah dikhawatirkan menyebabkan perkembangbiakan jentik dan nyamuk, terutama nyamuk penyebab DBD masih terus berlangsung. Untuk menghindari serangan dari gigitan nyamuk terutama penyebab DBD, ia meminta warganya memperhatikan lingkunganya masing-masing.
"Harus dijaga tetap bersih, sehat, tidak lagi sebagai tempat sarang naymuk, sehingga kita sehat selalu," katanya.
Sejauh ini, imbuhnya belum ada warganya yang terserang penyakit DBD ini. Namun demikian pihaknya terus mengingatkan agar warga membiasakan pola hidup bersih agar terhindar dari DBD,
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan dr Robertus Pamuriyanto mengatakan, sejauh ini ada dua wilayah kecamatan yang rawan terjadinya penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Yakni, Katingan Tengah dan Katingan Hilir.
"Dua wilayah kecamatan ini memang sebelum-sebelumnya ditemukan ada warga yang terjangkit kasus DBD itu, seperti awal tahun lalu pasien paling banyak dari Katingan Tengah dan Katingan Hilir," kata Robertus Pamuriyanto kepada borneonews.co.id, Rabu (16/8/2017).
Menurut Robertus, penyebab warga terkena penyebaran penyakit mematikan itu karena dipengaruhi masalah kebersihan lingkungan yang kurang. "Penyebab DBD itu salah satunya karena lingkungan yang kotor, yang kedua perilaku masyarakat yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan."
Untuk itu Robertus Pamuriyanto berharap kepada masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat. "Terpenting melakukan pemberantasan sarang nyamuk, yaitu menutup, menguras dan mengubur." (ABDUL GOFUR/N).








