BORNEONEWS, Pulang Pisau - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pulang Pisau mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat memperhatikan tenaga bidan yang bertugas di wilayah terpencil.

"Pemerintah daerah agar memperhatikan terutama untuk insentif bagi bidan yang berada di wilayah terpencil," kata Ketua IBI Kabupaten Pulang Pisau Reni Damayanti, Rabu (23/8/2017).

Menurutnya, perjuangan dan tantangan yang dihadapi bidan di wilayah terpencil dinilai sangat berat dan membutuhkan komitmen tinggi.

Dalam usia IBI yang ke-66, Reni menyampaikan apresiasinya kepada bidan di  Pulang Pisau yang telah mengabdi dan memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di sana.

Dia mengatakan, ada sebanyak 244 bidan di Pulang Pisau dan melalui IBI telah memberikan komitmen dalam pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.

Menurut dia, pada 2020 IBI akan menjadi tuan rumah pelaksanaan International Confederation of Midwives (ICM) yang akan dilaksanakan di Bali. "Ini menjadi kesempatan emas untuk mendorong eksistensi bidan indonesia dalam meningkatkan kapasistas," katanya.

Dalam kontribusinya untuk pembangunan daerah, kata dia, IBI Pulang Pisau telah menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan ibu dan anak di kecamatan Maliku, Pandih Batu, dan Banama Tingang.

Harapannya juga sebagai organisasi profesi yang bermitra dengan pemerintah daerah IBI bersinergi dalam menjalankan organisasi untuk membangun daerah. (JAMES DONNY/B-5)