BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) lagi-lagi terjadi. Tentunya kondisi ini membuat warga pengguna gas elpiji 3 kg kembali resah.
"Sekitar dua minggu lebih ketersediaan gas elpiji 3 kg jadi langka di pasaran. Kalau ada tidak seberapa lama langsung ludes. Mana pembeliannya dibatasi hanya satu tabung saja perorang," keluh Ani warga Kelurahan Madurejo Rabu (23/8/2017).
Ani mengaku harus menebus harga gas elpiji 3 kg tersebut di toko yang berada di Jalan H.M Rafii seharga Rp 30 ribu. "Keesokan harinya gas elpiji 3 kg di toko tersebut sudah habis. Beberapa hari kemudian lantaran gas elpiji yang saya beli sudah habis, maka saya terpaksa mencari kesana kemari. Akhirnya gas elpiji 3 kg saya dapatkan di toko yang berada di Jalan Ahmad Wongso. Namun kali ini harganya sudah naik jadi Rp 35 ribu," ujarnya.
Padahal, lanjutnya, untuk memasak saat ini sebagian besar masyarakat telah menggunakan elpiji sebagai bahan bakar. "Katanya dulu pemerintah menyuruh masyarakat pakai gas elpiji 3 kg untuk menggantikan penggunaan minyak tanah. Nah sekarang orang sudah pakai elpiji, ketersediaannya malah susah," ujarnya dengan nada kesal. (WAHYU KRIDA/B-8)
Lagi-Lagi, Elpiji 3 Kg Langka Di Pangkalan Bun
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Telur, Cabai dan Sayuran Ludes Terjual di Pasar Murah Kobar
Warga dan Satgas Bina Marga Bersihkan Drainase Jalan P Antasari Pangkalan Bun
Dinkes Kobar Publikasikan 21 Kontak Posko Kesehatan untuk Darurat Karhutla
Gawat ! Api Karhutla Tinggal 600 Meter dari Feeding Camp Orangutan di Tanjung Harapan TN Tanjung Puting
Komentar (0)
Memuat komentar…







