BORNEONEWS, Palangka Raya – Banyaknya opini negatif atau sentimen publik yang kurang baik kepada Universitas Palangka Raya (UPR) harus disikapi arif oleh civitas akademika di kampus negeri terbesar Kalteng ini. Ada satu pesan dari salah satu kandidat rektor yang meski kalah di tahap 1 namun tetap menarik untuk dilirik.

Adalah Prof Sulmin Gumiri yang berani mengkritik internal kampus di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya itu. Menurut dia, kampus menjadi besar dan berkualitas serta kesohor karena memiliki rangking yang bagus atas pengelolaannya, bukan karena umur yang sudah tua karena sudah lama berdiri.

Tapi yang jauh lebih penting adalah kedewasaan dalam manajemen perguruan tinggi. Bisa saja perguruan yang masih muda tapi lebih bisa besikap dewasa, banyak peroleh akreditasi A.

Kuncinya adalah harus meninggalkan kepentingan dan kolusi serta ‘bau’ bisnis dalam menata universitas.

“Dewasa tidak karena umur. Tinggalkan kepentingan di dalam kampus, hilangkan atau tidak usah titip-menitip keluarga dalam kepentingan ata bisnis di dalam tubuh UPR. Kita juga harus siap menuju akreditasi A,” cetus Sulmin yang disambut aplaus puluhan Anggota Senat Universitas.

Dia kemudian menyebut, menjadi rektor adalah panggilan hati dan karena itu mengelolanya adalah tergantung niatnya. “Bukan mencari kekuasaan, niat baik ini harus dikawal dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu anggta Senat mengapresiasi pernyataan Sulmin. Bahwa niat baik adalah modal utama, bukan seemata ingin berkuasa. “Niat baik harus ditunjang dengan kompetensi bagus, dan dibarengi moral dan etika,” timpalnya. (ROZIQIN/B-6)