BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Redy Setiawan menyebut kepala desa sempat down karena banyak yang dicurigai dan dilaporkan ke penegak hukum.
Dengan adanya sosialisasi dan program Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kotim tentu akan jadi semangat baru bagi 168 kades di Kotim. "Mental kades sempat down karena ada yang jadi tersangka, dilaporkan dan dicurigai dalam penggunaan dana desa," kata Redy, disela-sela kegiatan sosialisasi serentak dana desa, Kamis (24/8/2017).
Dari itu, menurut Redy, dengan adanya sosialisasi itu para kades bisa dibimbing langsung oleh pihak Kejaksan sehingga diharapkan tidak ada lagi ketakutan dan aparat penegak hukum bisa jadi sahabat dalam rangka mencari solusi jika dalam perjalanannya menemukan kendala.
Redy juga berharap, suksesnya pembangunan di Indonesia salah satu tolak ukurnya pembangunan di tingkat desa. Dari itu, ia mengajak seluruh elemen untuk menjaga dan mengawal dana desa.
Apalagi setiap tahun alokasi dana desa dari pemerintah daerah maupun dana desa dari pemerintah pusat sejak 2015 lalu selalu meningkat, bahkan tiap desa nilainya ada yang mencapai hingga Rp1,8 miliar. (NACO/B-2)
Kades Sempat Down karena Banyak yang Dilaporkan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







