BORNEONEWS, Nanga Bulik - Desa Suka Maju, Kecamatan Bulik Timur telah mendeklarasikan diri sebagai desa Setop BABS. Guna memastikan setiap rumah di desa Suka Maju telah mempunyai WC, petugas dari dinas kesehatan Kabupaten Lamandau melakukan verifikasi.

"Karena Desa Suka Maju sudah deklarasi sebagai desa Setop BABS, maka kemarin (hari Rabu) kita lakukan verifikasi. Sehingga nantinya dapat diketahui apakah benar masyarakatnya sudah tidak lagi BABS," ungkap salah seorang staf Dinkes Lamandau, Alfian, Kamis (24/8/2017).

Ia menyebut, khusus di kecamatan Bulik Timur, selain Desa Suka Maju, ada desa lainnya yakni Desa Nanga Kemujan yang juga telah deklarasi sebagai Desa Setop BABS. "Tetapi untuk Desa Nanga Kemujan belum diverifikasi. Rencananya verifikasi akan kita lakukan pada akhir September mendatang," tukasnya.

Sementara itu, Camat Bulik Timur Inte Sartono mengatakan, pihaknya sangat mendukung program Setop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang dicanangkan Dinas Kesehatan Lamandau.

Menurutnya, selain akan meningkatkan kesadaran msasyarakat akan pentingnya pelaksanaan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), program Setop BABS tersebut dinilai akan membantu masyarakat untuk terlepas dari budaya lama, yakni BAB di sungai. "Tentu kita sangat mendukung program ini. Dan kita harapkan masyarakat yang ada di desa-desa yang ada di Bulik Timur bisa menerapkan program Setop BABS ini. Sehingga bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," Inte, Kamis (24/8/2017).

Menurutnya, memang tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini BAB di sungai. Karena selain dari faktor ekonomi, juga disebabkan masih minimnya pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama sungai. "Meski begitu, secara perlahan masyarakat kini sudah sadar dan mengerti tentang resiko jika terus menerus melakukan aktivitas BAB di sembarang tempat. Sehingga ketika BAB, masyarakat menggunakan WC," terangnya.

Seperti diketahui, sejak 2015 lalu, Dinkes Lamandau telah meluncurkan program Setop Buang Air Besar Sembarang (BABS) pada sejumlah desa khususnya desa yang berada di sekitar bantaran sungai. Melalui program tersebut, dinas kesehatan berupaya membantu masyarakat untuk memiliki jamban WC tersendiri sehingga tidak lagi BAB di sembarang tempat (sungai). (HENDI NURFALAH/B-2)