BORNEONEWS, Nanga Bulik - Camat Sematu Jaya, Riko Purwanto bersama perangkat desa dan warga memanfaatkan hari Jumat untuk bergotong royong membersihkan ranting dan dahan-dahan pohon, yang mengganggu jaringan listrik.

Gotong royong itu dilakukan di ruas jalan Desa Purwareja (SP 1) menuju Desa Bina Bhakti (SP 2), kecamatan Sematu Jaya, Jumat (25/8/2017). Bukan hanya pepohonan liar yang ditebang, namun sejumlah tanaman milik warga seperti buah-buahan hingga pelepah pohon kelapa sawit yang dinilai mengganggu lintasan kabel juga dipangkas.

"Kita bersama masyarakat sengaja membersihkan tanaman dan pepohonan yang mengganggu jaringan listrik. Supaya tidak mengganggu kabel induk," kata Riko Purwanto.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk bergotong royong di kecamatan Sematu Jaya masih tetap tinggi. Meskipun, tidak sedikit jika mereka terkadang harus menebang tanamannya sendiri. Artinya mereka sadar bahwa menyeterilkan lintasan jaringan kabel juga akan bermanfaat untuk dirinya dan orang banyak dari gangguan masalah kelistrikan.

"Ini demi kebaikan bersama, kalau dibiarkan ada pepohonan yang mengganggu kabel, tentu masyarakat sendiri yang rugi," terangnya.

Sebelum dilakukan pembersihan tanaman dan pepohonan yang mengganggu jaringan listrik tersebut, pihaknya juga telah bermusyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat.

"Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik. Bahkan rela tanamannya ditebang jika memang menggangu kabel induk jaringan listrik," pungkasnya.

Dibeberkan Riko, kegiatan serupa sejatinya tidak hanya berlangsung saat itu saja, namun juga menjadi rutinitas. "Kegiatan ini sudah terjadwal, sehingga kita melakukannya pun giliran dengan terlebih dulu menentukan spot-spot yang akan dibersihkan, kemudian kita sepakati dan turun (gotong-royong) bersama," tukasnya.

Dari pantauan, warga yang ikut turun dalam kegiatan gotong royong kala itu mencapai 50 orang. Mereka dibagi di sejumlah titik yang ditentukan agar tugas cepat selesai. (HENDI NURFALAH/B-11)