BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Desa Anjir Serapat meminta pemerintah membangunkan empat buah pintu air untuk mengairi sawahh mereka. Camat Kapuas Timur Syahripin mengatakan, setiap tahun warga selalu kesulitan mengairi sawahh mereka karena tidak ada pintu irigasi primer yang mengatur keluar masuknya air ke sawahh.
"Saya didatangi warga untuk membuat tanggul agar bisa mengairi sawah meraka, itu pun harus mengeluarkan anggaran sekiatar 30 juta untuk membeli bahan kayu dan tarpal."kata Camat Kapuas Timur Syahripin Jumat(25/8/2017).
Menurut Camat yang akran disapa Gobeh ini, sebelumnya ada empat pintu air primer yang dimanfaatkan warga untuk mengairi sawah. Namun setelah ada pelebaran Jalan di Handil Perwira, pintu tersebut ditutup. "Semenjak ada pelebaran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kawasan Pemukiman Bidang Bina Marga (BM) akhirnya tertup sehingga warga kesulitan menggunkan sungai yang baru di buat disisi kiri dan kanan tetapi tidak ada pintu air." terangnya.
Ia berharap Pemkab Kapuas segera membangunkan pintu air tersebut agar warga tidak kesulitan mengairi sawah. Sebab selama ini petani sangat kesulitan. "Kalau tidak ditutup air akan kering karena air akan tersedot habis ke Desa Kupang makanya dengan adanya pintu air bisa diatur karena takaran air dan sawah petani tidak terendam," pungkas dia. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)
Warga Anjir Sarapat Barat Minta Dibangunkan Pintu Air
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
5 BPK di Kapuas Bakal Terima Bantuan Peralatan Pemadam
Sampah Liar Muncul Lagi Usai Penyegelan, Ini Respons Kadis LHK Kapuas
Sudah Disegel, Sampah Liar di Jalan Keruing Kapuas Masih Bermunculan
Kapuas Mengaji Dicanangkan di Pulau Petak
Kapuas Minta Dukungan Anggaran Provinsi Lebih Proporsional untuk Jalan, Pertanian dan Kesehatan
3.000 Santri Ikuti Upacara Hari Santri Nasional di Kapuas
Komentar (0)
Memuat komentar…






