BORNEONEWS, Muara Teweh - Jalan simpang 34 menuju Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur dan Desa Lampeong, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, kembali hancur.
Hal itu diketahui saat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Barito Utara Fery Kusmiadi melakukan pemantauan, Rabu (23/8/2017).
Fery kepada wartawan, Jumat (25/8/2017), mengatakan bahwa jalan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki. Akan tetapi selalu rusak karena dipaksakan dilintasi saat musim hujan.
“Kita sudah berupaya memperbaiki. Akan tetapi selalu rusak. Kita mohon pengertian dari para pengguna jalan tersebut, khususnya yang membawa angkutan beban berat. Jika pada waktu hujan hendaknya tidak memaksakan melintasinya,” pintanya.
Memang Dinas PUPR tidak bisa melarang para pengguna jalan untuk melintas. Tetapi semua pihaknya hendaknya bisa saling menjaga dan merawat jalan tersebut agar tidak kembali rusak parah.
“Di sisi lain Dinas PUPR sedang memperbaiki, sedangkan ada pihak lain yang merusaknya. Kasihan masyarakat biasa yang melintasi di sana dirugikan. Harusnya dilihat kondisi cuaca terlebih dahulu jangan dipaksakan lewat, mengingat jalan tersebut sebagian masih tanah,” tegasnya.
Ia juga berharap jajaran DPRD, khususnya Komisi III, dapat memfasilitasi pertemuan dengan instansi yang memiliki kewenangan untuk menertibkan pengguna jalan. “Dinas PUPR bukan instansi yang mengatur jalan, akan tetapi instansi yang melakukan perbaikan. Namun, apalah daya setelah diperbaiki, kembali rusak lagi. Bupati sendiri sudah sangat ekstra memberi perhatian,” ujarnya.
Kondisi jalan yang memprihatinkan tidak hanya di simpang 34 Benangin, tetapi juga arah Sei Rahayu trans Km 52, 53, 54, dan 55.
“Bila terjadi kerusakan jalan seperti ini siapa yang disalahkan? Dinas PUPR sudah memberi penanganan beberapa kali, bahkan melakukan perbaikan berulang-ulang. Namun pada kenyataannya selalu rusak dan hancur. Jadi tidak ada cara lain selain menjaga kondisi jalan tersebut dengan tidak memaksakan melewatinya saat cuaca hujan atau jalan tersebut sedang tidak setabil,” pungkasnya Fery Kusmiadi. (RAMDANI/B-3)








