BORNEONEWS, Sampit - Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur yang meliputi wilayah kerja Kotawaringin Timur melakukan studi teknis pada Betang Tumbang Gagu yang berada di wilayah Kecamatan Antang Kalang.
Kegiatan tersebut dilakukan guna mengumpulkan data detail dan faktor penyebab kerusakan sehingga memperoleh rekomendasi penanganan pemugaran pada komponen bangunan yang mengalami kerusakan. "Ini bagus, kemungkinan nanti akan ada perbaikan karena memang Betang Tumbang Gagu diakui secara nasional," ucap Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kotim, Fajrurrahman, Senin (28/8/2017).
Tim BPCB melakukan pendataan didampingi Kepala Bidang Sejarah Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Disbudpar Kotim, Pungkal dan staff lainnya.
Pungkal mengatakan, Betang Tumbang Gagu yang merupakan bangunan sejak lama pada dasarnya memang perlu banyak perbaikan jika ingin tetap dilestarikan. Tetapi, jika melihat dari bangunan dan bahan yang digunakan, dana yang dibutuhkan untuk merenovasi tidaklah sedikit.
Kerusakan yang ada cukup parah, mengingat Betang Tumbang Gagu sendiri dibangun lebih dari seratus tahun yang lalu. "Kami mendampingi tim dari BPCB untuk mendata dan melihat apa saja kerusakan yang harus diganti, mulai dari tiang, selasar memang perlu perbaikan kalau menginginkan cagar budaya tetap utuh," paparnya.
Menurutnya, pendataan dari segi bentuk dan bahan bangunan hingga arkeologi dilakukan sebagai dasar perbaikan, sebab jika dilakukan pemugaran terhadap cagar budaya seharusnya tidak mengubah keasliannya. (NOOR ANNISA/B-2)
Tim BPCB Data Kerusakan Betang Tumbang Gagu
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Liang Saragi, Harapan Baru Wisata Alam dari Desa Ampari Barito Timur
Orangutan Ira Temukan Rumah Baru di Hutan Rimba Setelah Selamat dari Karhutla Kotim
Asap Karhutla Hantam Wisata Riam Tinggi, Lima Trip Wisatawan Batal
Sungai Melawen dan Candi Wakili Kalteng di Ajang Desa/Kelurahan Berprestasi Nasional
Indonesia Juara Umum ISCG 2026 di Pakistan
Dari Makam Leluhur hingga Gasing, Erau Adat Pelas Hidupkan Kembali Tradisi Kutai
Komentar (0)
Memuat komentar…







