BORNEONEWS, Palangka Raya - Tujuh pejabat setingkat eselon II yang memenuhi syarat sebagai calon sekretaris daerah (sekda) Kota Palangka Raya sedang bersaing. Hari ini, ketujuh calon tersebut telah masuk pada tahap tes kesehatan.

"Sekda akan menjadi pemimpin tertinggi aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya. Maka, kita harus cari sekda yang sesuai," ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Palangka Raya, Nyta Bianyta Rezza, Senin (28/8/2017).

Karena itu, tahapan seleksi harus dilalui semua calon sekda. Seperti tahapan seleksi kompetensi yang dilakukan langsung oleh Tim Assessment Mabes Polri minggu lalu.

"Dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, maka pengisian jabatan tinggi pratama harus melalui tahapan seleksi. Salah satunya adalah seleksi kompetensi," tambah Nyta.

Seleksi kompetensi atau assessment terbuka untuk jabatan sekda merupakan tahapan kelanjutan dari proses sebelumnya. "Jadi tahapan-tahapan seperti tes kesehatan hari ini memang harus dilalui oleh calon sekda. Kita berharap dari tahapan ini akan didapatkan sekda definitif Kota Palangka Raya," ucapnya.

Sementara itu, menurut anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya Riduanto, ada tujuh calon sekda yang mengikuti seleksi. Di antara peserta ada mantan kepala BNN Kalteng Kombes Dwi Sasono, lalu peserta dari luar Palangka Raya ada Alvianson, mantan kepala Bappeda Kabupaten Barito Timur.

"Sedangkan lima calon lainnya, merupakan ASN Kota Palangka Raya, yakni Plt Sekda Kandarani, Kepala Disperindag Aratuni D Djaban, Kepala Bappeda Hera Nugrahayu, Kepala Dinas Pendidikan Sahdin Hasan, dan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Palangka Raya Rojikinoor." (TESTI PRISCILLA/B-3)