BORNEONEWS, Palangka Raya - Guna mengantisipasi peningkatan kegiatan masyarakat, baik dalam berkendara maupun memasak jelang Hari Raya Idul Adha, Pertamina menambah alokasi berbagai jenis bahan bakar di wilayah Kalimantan. Secara umum, untuk produk BBM Pertamina mempersiapkan tambahan alokasi hingga 7 persen dan LPG hingga 5 persen.

"Belajar dari tren yang terjadi pada tahun sebelumnya konsumsi BBM dan LPG di wilayah Kalimantan jelang Hari Raya Idul Adha memang mengalami peningkatan dari angka konsumsi normal," kata Area Manager Communication dan Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova, Rabu (30/8/2017).

Sebagai contoh, lanjutnya, untuk produk LPG peningkatan konsumsi tersebut salah satunya disebabkan oleh tingginya kegiatan masak memasak masyarakat mengingat banyaknya seremoni keagamaan jelang Idul Adha seperti pengajian dan syukuran hingga pesta pernikahan.

"Kenaikan konsumsi telah diantisipasi sebelumnya oleh Pertamina dengan mempersiapkan alokasi tambahan berbagai jenis produk. Tim di lapangan juga terus memantau ketersediaan stok sehingga masyarakat dapat dengan nyaman berhari raya," jelas Alicia.

Alicia menjelaskan tren peningkatan yang terjadi bervariasi di masing-masing kota dan provinsi. Secara umum untuk produk BBM Public Service Obligation (PSO) yakni premium disiapkan antisipasi peningkatan hingga 3 persen atau setara dengan 4.005 KL per hari dan Solar diantisipasi meningkat hingga 5 persen atau setara dengan 2.768 KL per hari.

"Peningkatan juga diikuti oleh berbagai produk BBM Non Subsidi yakni Pertamax meningkat hingga 10 persen atau setara dengan 640 KL per hari dan Pertamina Dex sebesar 6 persen atau setara dengan 16 KL per hari," kata dia.

Peningkatan paling signifikan diprediksi terjadi pada produk Pertalite sebesar 16 persen atau setara dengan 2.147 KL per hari.

"Peningkatan konsumsi BBM non subsidi tersebut semakin menunjukan bijaknya masyarakat dalam memilih BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan masa kini," pungkas Alicia. (TESTI PRISCILLA/B-11)