BORNEONEWS, Sampit - Rumah jabatan Bupati Kotawaringin Timur yang kini dalam proses pembangunan tampaknya akan menjadi bangunan yang megah. Terkait itu, DPRD memberikan catatan agar diimbangi dengan peningkatan infrastruktur di sekitarnya.
"Jangan seperti sekarang, rujab bupati megah tapi rumah di sekitarnya masih banyak yang beratapkan daun. Bahkan tidak layak huni," kata anggota DPRD Kotim, M Shaleh, usai melakukan inspeksi ke rujab Bupati Kotim bersama anggota DPRD dari Dapil II, Rabu (30/8/2017).
Shaleh berharap peningkatan infrastruktur bagi masyarakat harus jadi prioritas karena dinilai sebagai kebutuhan mendesak saat ini. Mulai dari masih banyaknya jalan maupun gang yang belum ditingkatkan dalam kota Sampit.
Selain itu masih adanya pemukiman kumuh, rumah masyarakat yang tidak layak huni, hingga permasalahan drainase yang selama ini menjadi biang banjir selama ini. "Harusnya itu yang diprioritaskan terlebih dahulu," kata dia.
Sementara itu anggota DPRD Dapil II lainnya, Hary Rahmad Panca Setia berharap pembangunan yang sudah teranggarkan itu benar-benar memberikan dampak yang positif bagi daerah.
Karena sebelum rujab direhab, pemkab beralasan kondisinya sudah tidak layak huni. Bahkan jika ada tamu dari luar rujab, tidak bisa digunakan untuk melayani tamu-tamu tersebut hingga dianggarkan untuk rehab itu sebesar Rp15 miliar. (NACO/B-11)
Kemegahan Rujab Bupati Harus Diimbangi dengan Peningkatan Infrastruktur
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Rimbun Kritik Pemerintah Pusat Usai Agenda Menhut di Kotim Batal
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Komentar (0)
Memuat komentar…







