BORNEONEWS, Nanga Bulik - Nilai yang dapat diambil dari ibadah Hari Raya Idul Adha termasuk di tahun 1438 Hijriyah kali ini antara lain adalah merekatkan ikatan persaudaraan di antara umat manusia sehingga melebur sekat status sosial antara si miskin dan si kaya.
Si kaya diberikan kesempatan untuk berkurban sebagai ladang ibadah dan pahala buat dirinya dan si miskin diberi kesempatan untuk merasakan nikmatnya hewan kurban yang jarang ditemuinya sehari-hari. Hal itu seperti diungkapkan khatib sekaligus imam shalat Idul Adha di Masjid Jami Nurul, Muraqobah, Jumat (1/9/2017) pagi.
Sementara itu, kebahagiaan Idul Adha seperti yang disebutkan itu juga tampak betul-betul terlihat langsung di tengah-tengah masyarakat, termasuk seperti yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Desa Kujan, Kecamatan Bulik. Di mana, salah seorang tokoh masyarakat yang juga merupakan ketua BPD desa desa tersebut, Gusti Muhammad Ali Badrun, mengaku sangat senang bisa berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di lebaran haji kali ini.
"Tentu senang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berkurban, karena buas saya dan keluarga pasti ada kepuasan batin tersendiri, Alhamdulillah. Karena hakikatnya yang kita miliki ini adalah titipan Allah dan tentu ada hak masyarakat di dalamnya," tutur dia.
Dibincangi borneonews disela-sela prosesi pemotongan hewan kurban di desa Kujan, GMA Badrun menyebut bahwa untuk tahun ini dirinya dapat berkurban dua ekor sapi jenis Limosin.
Kedua ekor sapi tersebut, sebut dia lagi, satu ekor sapi disembelih dan dibagikan untuk masyarakat sekitar Masjid Nurul Yaqin-Desa Kujan, adapun satunya lagi diserahkan untuk masyarakat di desa Sungai Mentawa.
Dirinyapun berharap dengan kurbannya tersebut para mustahiq berkenan menerimanya, seraya kurbannya itu menjadi ladang ibadah dirinya dan keluarga yang diridloi Allah SWT.
Di tempat yang sama, masyarakat di daerah tersebut tampak terlihat sumringah, hingga merekapun turut bahu-membahu menyukseskan prosesi penyembelihan hewan qurban yang hanya datang satu tahun sekali itu.
Sementara, dari berbagai informasi yang terhimpun diketahui bahwa hari raya idul adha kali ini bertepatan dengan hari Jumat tak sedikit para panitia kurban di sejumlah masjid yang ada di kota Nanga Bulik lebih memilih untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban usai pelaksanaan shalat Jumat atau bahkan di hari kedua lebaran, keputusan itu diambil atas pertimbangan keleluasaan waktu dan semacamnya. (HENDI NURFALAH/B-5)








