BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Pambudi Rahayu menyebut pemeriksaan terhadap setiap warga yang hendak memasuki markas Polda Kalteng bukan karena status siaga satu.

"Tidak ada siaga satu. Itu memang sudah menjadi protap di markas komando," kata Pambudi, Senin (4/9/2017).

Pambudi juga menyebut tidak ada yang spesial dalam pengamanan itu. Jauh hari sebelumnya memang sudah ada anggota yang ditempatkan untuk berjaga-jaga.

Diketahui, pada hari ini ada jadwal pemeriksaan terhadap Anggota DPRD Kalteng, Yansen Binti berkaitan dengan kasus pembakaran sekolah, namun statusnya masih sebagai saksi.

Apakah ada kaitannya dengan ini? Pambudi menyebut sama sekali tidak ada. Di sisi lain terpantau Borneonews.co.id di halaman polda digelar latihan pengamanan pengendalian massa (Dalmas) dalam rangka pemilihan umum kepala daerah.

Latihan ini melibatkan anggota dari Brimob dan Sabhara. "Itu dalam rangka kesiapan pemilu. Dan dalam pemilu ada yang namanya pam mako," ungkapnya.

Menurutnya, pemeriksaan bagi setiap warga yang masuk ke Polda Kalteng itu bersifat insidentil. "Memang kita keterbatasan alat deteksi. Kalau seandainya metal detektor lengkap, mungkin tidak segitu rumit. Karena belum lengkap sehingga dilakukan pemeriksaan perorangan," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)