BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejatinya anggaran 20% yang digelontorkan pemerintah melalui anggaran APBN mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan sarana dan prasarana sekolah termasuk rumah dinas guru.
Namun pada kenyataannya masih banyak rumah dinas guru yang kondisinya jauh dari kata layak. Salah satunya adalah rumah dinas guru di SD Negeri 1 Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Selain kondisi material bangunan tersebut terbuat dari bahan papan pada bagian dinding dan lantai sudah lapuk sementara pada bagian atap juga dibeberapa titik jebol sehingga saat hujan bagian dalam bangunan dipastikan basah.
Ironisnya, hingga saat ini bangunan rumah dinas itu tidak tersentuh sama sekali oleh instansi terkait padahal pihak desa sudah mengajukan rehab bangunan kepada dinas terkait.
Kepala Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Muhammad Umar berharap agar pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Budaya Kabupaten Kobar dapat segera melakukan rehab bangunan rumah dinas guru yang terdiri dari 3 pintu tersebut.
"Kami mohon perhatian kepada dinas terkait untuk memperhatikan hal ini, dengan kondisi bangunan rumah dinas guru yang mengenaskan tersebut berimbas pada lancarnya proses belajar mengajar di sekolah tersebut," harap Umar kepada Borneonews, Senin (4/9/2017). ( KOKO SULISTYO/B-8)
Kondisi Rumah Dinas Guru SD Negeri 1 Rangda, Potret Buram Fasilitas Pendidikan di Kobar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Tim Boccia Indonesia Bertekad Jaga Performa hingga Paralimpiade
Komentar (0)
Memuat komentar…







