BORNEONEWS, Sukamara - Kepala UPT KPHP Sukamara–Lamandau, Arianto mengatakan, budidaya tanaman bambu bisa menjadi salah satu sumber pendapatan yang menguntungkan bagi masyarakat, terlebih wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki potensi yang cukup tinggi.
"Ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat saja, kedepannya juga untuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)." ujar Arianto, Selasa (5/9/2017).
Menurut Arianto, tanan bambu yang akan dibudidayakan bisa dimanfaatkan untuk bioenergi kelistrikan, mebel atau pertukangan, kertas, bahan tekstil maupun kuliner.
"Dengan banyaknya manfaat dari bambu tersebut maka akan banyak investor yang akan melirik potensi bambu, sehingga sangat bangus untuk dikembangkan dalam menambah penghasilan," ujarnya.
Lanjut Arianto, pertumbuhan tanaman bambu sangatlah cepat yakni antara 2 sampai 11 centimeter perharinya, dan tanaman bambu ini baru dapat dipanen saat mencapai usia 6 sampai 7 tahun.
"Tanaman bambu ini kalau sudah sampai puncak tertinggi maximalnya maka sudah tidak dapat tumbuh meninggi lagi hanya terjadi perkembangan batangnya saja," terangnya. (NORHASANAH/B-5)








