BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan pemerintah Indonesia dan dunia usaha memiliki komitmen kuat untuk mencapai tata kelola kelapa sawit yang berkelanjutan.
Dan yang terpenting adalah bahwa semua syarat yang diminta PBB dan dunia internasional tentang industri minyak sawit berkelanjutan sudah dipenuhi.
"Kami bisa memastikan tata kelola sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan dunia internasional termasuk PBB," kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, di Jakarta, Kamis (7/9/2017).
Sektor perkebunan kelapa sawit, menurut Joko, sangat penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Kalau kita lihat tren dalam satu dekade terakhir, kebun rakyat lebih pesat berkembang dibandingkan perusahaan swasta," papar dia.
Terkait isu berkelanjutan, lanjut Joko, hingga saat ini sudah ada 340 perusahaan kelapa sawit yang mendapatkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). ISPO adalah sertifikasi wajib bagi perkebunan kelapa sawit Indonesia.
"Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dan dunia usaha untuk menjawab isu-isu berkelanjutan," tutur Joko. (NEDELYA RAMADHANI/m)


