BORNEONEWS, Pangkalan Bun -Kalung emas yang ditemukan di kerangka manusia mulai membuka tabir siapa sebenarnya identitas kerangka yang ditemukan di tepian Sungai di Kecamatan Arut Utara tersebut.

Ibu dari Dini Prasetyani (26), bidan yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu), Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kobar mengakui bahwa kalung emas tersebut adalah milik anaknya yang hilang 6 Agustus 2017. "Ibunya Dini ingat kalung itu milik anaknya, karena ia yang membelikannya tapi karena saat ditemukan sudah dalam kondisi menjadi tengkorak untuk memastikannya kita menunggu hasil dari tes DNA," kata Waka Polres Kobar, Kompol Dhovan Oktavianto, Kamis (7/9/2017).

Terkait temuan kerangka manusia tersebut, Dhovan menegaskan, hingga saat ini sudah ada empat orang saksi yang diperiksa. Ia juga tidak bisa memberitahu detil siapa saja empat orang karena masih dalam pemeriksaan.

"Keterkaitan Dini Prasetyani dengan kerangka manusia masih dalam proses penyelidikan, kalau nanti pelaku sudah berhasil ditangkap dan ada pengakuan kita baru bisa putuskan hasilnya sembari menunggu hasil tes DNA," kata Dhovan.

Sebelumnya, Widi Purwanto (50) warga Gang Tabung, RT 02, Desa Penyombaan menemukan tulang belulang manusia yang berserakan saat memancing di RT 02, Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (4/9/2017).

Di samping tengkorak manusia yang diduga merupakan jenazah seorang bidan bernama Dini Prasetyani (26), warga RT 08 RW 05, Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Widi juga menemukan satu buah perhiasan berupa kalung emas.

Sementara dari hasil forensik bagian tengkorak kepala juga ditemukan retakan pada pelipis kanan dan kiri, untuk di bagian pelipis sebelah kiri cukup dalam mencapai 0,5 centimeter, ditengarai retakan tersebut diakibatkan oleh benturan benda tumpul di bagian kepala. (KOKO SULISTYO/B-2)