BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kabupaten Pulang Pisau menjadi salah satu Kabupaten yang mengalami darurat stunting. Yakni, kondisi dimana tinggi badan Balita itu lebih pendek dari yang seharusnya bisa dicapai pada umur tertentu.
Hal itu terungkap berdasarkan pemaparan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dalam kegiatan orientasi jurnalis kampanye gizi nasional dan sanitasi yang digelar IMA World Health di Palangka Raya, Kamis (7/9/2017). Angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau mencapai hingga 47%.
Menurut Iwan Hasan dari IMA World Health kondisi tersebut sudah masuk sebagai darurat stunting . Sementara hasil Riset Kesehatan Dasar mencatat angka kejadian stunting nasional mencapai 37,2%.
Iwan menjelaskan penyebab stunting disebabkan karena kekurangan gizi pada Balita dan ini sangat berpengaruh terhadap intelegensi anak.
Kendati demikian hal tersebut kata Iwan masih dapat dicegah dengan memastikan kesehatan dan kecukupan gizi anak dan ibu hamil, dan kondisi kebersihan lingkungan.
Pencegahan tersebut menurutnya tidak lepas juga dari perilaku dan pola hidup masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan.
Hal tersebut juga kata Iwan harus didukung oleh setiap elemen masyarakat, termasuk jurnalis yang dapat memberikan edukasi melalui berita kepada masyarakat terhadap masalah stunting yang mengancam anak bangsa. (JAMES DONNY)
Kabupaten Pulang Pisau Darurat Stunting
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Terima Kunjungan Komisi II DPRD Kalteng, Wabup Pulang Pisau Harapkan Dukungan Sarana Antisipasi Karhutla
LPDN Salurkan Bantuan untuk Korban Karhutla di Pulang Pisau
Distan Pulang Pisau Harapkan Bantuan Alsintan Dongkrak Produktivitas Padi
Wabup Pulang Pisau Minta Petani Tidak Menjual Bantuan Alsintan
Anggota DPR RI Andina Teresia Narang Salurkan Bantuan Alsintan di Pulang Pisau
KSAD Siap Kerahkan Kekuatan TNI untuk Percepat Penanganan Karhutla di Pulang Pisau
Komentar (0)
Memuat komentar…







