BORNEONEWS, Sampit - Dari sejumlah kasus alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang ditangani penyidik Corp Adyhaksa, baru satu yang naik ke ranah penyidik, yakni Desa Tumbang Bajanei, Kecamatan Telaga Antang.
Sementara, kasus lain yang kini juga jadi tengah bidikan jaksa masih dalam ranah penyelidikan. "Baru satu yang naik, yang lain masih belum," kata Kepala Kejari Kotim melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Hendriansyah, Minggu (10/9/2017).
Kini kasus korupsi ADD Tumbang Bajanei tersebut, jaksa tengah mendalami dengan mengumpulkan alat bukti dan memeriksa para saksi. Agar diketahui siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus itu.
Akan tetapi saat ADD itu digelontorkan, desa tersebut dijabat oleh Pejabat (Pj) soarang PNS dari Kecamatan setempat, mengingat masa jabatan kades defenitif sebelumnya sudah habis. Sampai kini desa itu masih dijabat Pj namun sudah diganti sejak masalah ini jadi temuan.
Kasus ADD yang sudah jadi bidikan jaksa selain Tumbang Bajanei diantaranya kasus ADD Desa Cempaka Putih, Kecaamatan Tualan Hulu, Desa Batuah, Kecamatan Seranau, dan Desa Tumbang Maya, Kecamatan Antang Kalang.
Bahkan empat kasus ADD itu penyidik sudah memeriksa para saksi mulai dari perangkat desa hingga, pejabat instansi terkait. Dari sejumlah kasus itu masuk ke Kejaksaan berdasarkan sejumlah laporan dari masyarakat setempat. (NACO/B-5)
Kasus ADD, Baru Satu Perkara yang Naik
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







