BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasca menghilangnya bidan berparas cantik Dini Prasetyani (25) yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sejak 6 Agustus 2017 lalu, teman dekatnya berinisial ASP turut menghilang dari desa setempat.
ASP diketahui selama ini punya kedekatan dengan Bidan Dini bahkan hal ini bukan menjadi rahasia umum bagi warga Desa Penyombaan.
"Sejak Dini menghilang ASP yang mempunyai hubungan dekat dengan Dini juga turut menghilang, saya tanggal 16 Agustus 2016 masih berkomunikasi dengan ASP melalui telepon seluler yang nomornya berganti-ganti," terang Kepala Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, Murni, kepada Borneonews, Minggu (10/9/2017).
Berdasarkan pelacakan yang dilakukan informasinya ASP ini berada di Seruyan Tengah, kebetulan juga ASP banyak mempunyai keluarga di Seruyan.
"Saya terus memberikan informasi kepada Polsek Aruta terakhir keberadaan ASP terlacak di Seruyan Tengah," imbuhnya.
Informasi yang dihimpun bahwa paska menghilangnya Dini Prasetyani banyak isi percakapan Dini Prasetyani melalui komunikasi Whats App (WA) terkait dengan berbagai persoalan termasuk persoalan hubungannya dengan ASP.
Sebelumnya, warga Desa Penyombaan, Kecamatam Aruta, Widi Purwanto (55) bermaksud hendak buang air besar saat memancing bersama anaknya ia pun mencari tempat untuk buang hajat tidak jauh dari tempatnya memancing, saat itu ia melihat ada tengkorak kepala, namun ia tidak terlalu memperdulikan tengkorak tersebut karena ia di desa tersebut memang banyak tengkorak monyet.
Usai buang hajat Widi bermaksud kembali memancing namun dari kejauhan ia melihat pantulan cahaya dari pasir sekitar 10 meter dari tengkorak yang dilihatnya. Widi segera mengambil benda bercahaya tersebut yang ternyata seuntai kalung emas. Awalnya ia mengira kalung tersebut adalah kalung mainan hadiah snack namun saat istrinya memegang kalung itu ia yakin kalung itu adalah kalung emas dan mereka segera membawa kalung itu pulang.
Saat malam harinya, Istri Widi Purwanto melihat dengan seksama kalung emas yang ditemukan suaminya dan ia teringat bahwa kalung tersebut seperti ia kenal dan kalung itu adalah milik Bidan Dini dan segera memberitahu suaminya bahwa kalung itu ia yakin adalah milih Dini Prasetyani.
Untuk diketahui bahwa istri Widi Purwanto merupakan salah satu warga yang sering diajak bidan Dini Prasetyani saat ada kegiatan di Pustu sehingga ia terbilang sering berkomunikasi dengan Bidan Dini.
Esoknya, Widi Purwanto segera menemui kepala Desa Penyombaan dan memberitahu bahwa mereka menemukan kalung emas milik Bidan Dini dan tidak jauh dari lokasi penemuan emas ia juga melihat ada tengkoran manusia.
Mendapat laporan tersebut Kepala Desa Penyombaan segera berkoordinasi dengan Polsek Aruta dan Danramil Pangkut. (KOKO SULISTYO/B-5)








