BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang kini tengah dipadamkan dengan water bombing ternyata terjadi di empat titik.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim, Sutoyo kebakaran yang terjadi di kecamatan selatan Kotim terjadi di empat titik yang tersebar di dua kecamatan.
"Tiga titik kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Teluk Sampit dan satu titik di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan," kata Sutoyo, Minggu (10/9/2017) kepada Borneonews.co.id
Lanjut Sutoyo empat kebakaran itu terjadi di lahan gambut dan dalam lahan kosong, apa penyebab dari kebakaran yang diperkirakan cukup luas tersebut sampai kini masih belum diketahui secara pasti.
Akan tetapi petugas kini terus memadamkannya dengan menggunakan helikopter water bombing, mengingat kebakaran itu tidak bisa dijangkau melalui jalur darat oleh tim posko penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Pemkab Kotim.
Bahkan kebakaran yang terjadi di wilayah Teluk Sampit ini bukan kali pertama, namun sebelumnya kebakaran serupa sempat terjadi, namun oleh petugas gabungan sudah berhasil dipadamkan.
Kini kejadian serupa terulang kembali, setelah terpantau oleh petugas, sehingga pemadamannya mengerahkan Helikopter water bombing, yang bertolak dari bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya sejak pagi tadi. (NACO/B-5)








