BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pekerjan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur H Machmoer menjelaskan mengapa pendapatan asli daerah (PAD) di instansi mereka tahun ini menurun.

Alasan Machmoer, PAD di dinasnya berasal dari sewa alat dan laboraturium, sementara saat ini kondisi alat di PUPR kalah bersaing dengan alat milik pihak swasta. Sehingga penyewaan alat lebih banyak memilih di pihak swasta.

"Alat kita sudah tua, selain itu sewanya kalah bersaing lebih mahal ketimbang swasta," kata Machmoer saat rapat pembahasan dengan Komisi IV DPRD Kotim, Senin (11/9/2017).

Berapa besaran sewa alat menurut Machmoer itu sudah diatur dalam Perda Kotim, sehingga penyewaan alat itu dilakukan sebagaimana yang tertuang dalam isi Perda tersebut.

Adanya penyewaan alat menurut Machmoer juga tergantung dari pekerjaan yang ada, bilamana pekerjaan sedikit tentu berpengaruh terhadap penyewaan alat mereka.

"Kita sebenarnya senang banyak paket biar mereka sewa alat ke kita biar untuk pemasukan PAD kita, bahkan kita sudah berusaha menawarkan alat kita ini sampai ke Pangkalan Bun," tegasnya.

Penegasan Machmoer itu ia sampaikan setelah anggota Komisi IV Hamsin, mempertanyakan mengapa PAD Dinas PUPR menurun dari tahun sebelumnya, harusnya menurutnya ini jangan sampai terjadi. "Kalau memang demikian kita bisa memahami," pungka Hamsin. (NACO/B-5)