BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta dukungan kepada pemerintah Kanada dalam perdagangan produk minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, terutama biodiesel.

Selain itu, Indonesia juga ingin Kanada mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kancah internasional.

"Kami meminta Kanada memberikan dukungan kepada Indonesia terhadap CPO dan turunannya, khususnya biodiesel di perdagangan internasional," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Selain itu, Indonesia mendukung pelaksanaan studi yang komprehensif untuk melihat dampak dari rencana pemberlakuan Asean-Kanada FTA terhadap pertumbuhan ekonomi kedua negara.

"Indonesia memberikan dukungan terhadap proposal Kanada terkait Exploratory Discussion yang bertujuan untuk pertukaran informasi data perdagangan dan rezim peraturan antara ASEAN dan Kanada dalam menunjang pelaksanaan studi dimaksud. Indonesia sebagai country coordinator pada kemitraan ASEAN-Kanada memandang Kanada sebagai mitra ASEAN dengan potensi cukup besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN," paparnya.

Mendag berharap agar Kanada segera merealisasikan kerja sama peningkatan UMKM di ASEAN. Komitmen tersebut tertuang dalam Proyek Kerja Sama Pembangunan Ekonomi untuk UMKM (Canada-OECD Project on ASEAN SMEs) dan merupakan salah satu bagian dari program pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan inklusif ASEAN-Kanada.

"Indonesia tidak akan membatasi investasi. Sebaliknya, Indonesia akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat mempermudah investasi dan menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama investasi," ujar Enggartiasto. (NEDELYA RAMADHANI/m)