BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj meminta agar organisasi internasional segera bersikap dan bertindak atas tragedi kemanusian yang menimpa muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Permintaan ini disampaikan Said saat menghadiri acara tabliq akbar dan doa bersama untuk muslim Rohingnya di Kota Palangka Raya, Senin (11/9/2017).

Selain kepada perserikatan bangsa-bangsa (PBB) Kyai Said juga menjelaskan organisasi internasional yang dimaksud adalah Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebuah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di PBB.

“Saya minta organisasi internasional terutama kepada OKI yang beranggotakan negara Islam juga kepada PBB agar serius bertindak terhadap Myanmar. Ini masalah kemanusiaan agar segera tuntas,” tandasnya.

Said juga mengaku miris atas derita Rohingya. Meski bukan hanya masalah agama, tapi banyak persoalan lain yang melatar belakanginya terjadinya pembunuhan membabi-buta tersebut.

Said merasa balasan pemerintah Myanmar kepada warga Rohingya sudah diluar batas. Dia tegas menyatakan pihak pemerintah Myanmar termasuk aparat militernya sudah bertindak keterlaluan.

Padahal seharusnya tidak dengan membabi buta kepada warga tidak bersalah, apalagi kepada perempuan dan anak-anak.

"Ada sebagian warga Rohingya yang kelompok radikal, menunggangi di balik kejadian itu. Jadi mereka melakukan angkat senjata kepada pos aparat Myanmar, sehingga menimbulkan luka bagi pemerintah Myanmar. Namun pemerintah membalasnya yang keterlaluan. Bukan kepada kelompok radikal ini tapi sSemua dihancurkan, termasuk perempuan dan anak-anak tidak bersalah,” sebutnya. (ROZIQIN/B-6)