BORNEONEWS, Sampit - BNPB Provinsi telah melakukan 21 kali water bombing untuk mengatasi kebakaran lahan di Desa Basirih Hulu Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Namun dipastikan belum sepenuhnya padam.
Wakil Korlap 2 Posko Siaga Daurat Bencana Asap Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur, Sutoyo mengatakan, dari hasil laporan pihak BNPB, kebakaran yang terjadi di wilayah selatan Kota Sampit tersebut cukup luas, hingga mencapai 10 hektare.
"Luasan kurang lebih 10 hektare dan setelah dilakukan water bombing sebanyak 21 kali masih belum juga padam," ujarnya, Selasa (12/9/2017).
Sebelumnya, dia mengatakan, di wilayah yang sama tim satuan tugas melalui jalur darat juga sudah dikerahkan untuk operasi pemadaman pada area yang bisa diakses melalui darat.
"Hari ini separuh kekuatan posko gabungan Kabupaten Kotim dan posko gabungan kecamatan dikerahkan untuk melakukan pemadaman di daerah yang bisa dijangkau," katanya.
Untuk water bombing diperkirakan akan dilanjutkan kembali pada esok hari. "Kemungkinan dilanjutkan besok karena waktunya tidak cukup untuk dua kali sortir," tutupnya. (NOOR ANNISA/B-2)
Lakukan 21 Kali Water Bombing Belum Mampu Padamkan Api
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Polsek Pahandut Amankan Pria Mengaku Anggota BPK Minta Sumbangan di Palangka Raya
Polres Lamandau Sita 705 Gram Sabu dan 400 Pil Ekstasi, Terduga Kurir Diamankan
KPK Periksa Direktur L&G Insurance Broker Sebagai Saksi Kasus Jasindo
Komentar (0)
Memuat komentar…







