BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) warga Kapuas dengan melakukan program perbaikan kesehatan masyarakat. Seperti program imuniasi bayi, perbaikan gizi, persalinan ibu hamil oleh tenaga kesehatan.
"Sebagai upaya meningkatkan IPM Kabupaten Kapuas, Dinas Kesehatan melakukan upaya peningkatan gizi terutama untuk menghindarkan balita dari kondisi stunting (masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi-red)," kata Kepala Dinkes Kapuas Apendi saat ditemui Borneonews di kantornya, Selasa (12/9/2017).
Menurut pria yang akrab disapa Apet ini, stunting harus menjadi perhatian serius pemerintah karena bisa menyebabkan bayi berukuran pendek (kerdil). Selain itu, proses persalinan ibu hamil juga harus dilakukan tenaga kesehatan profesional. Sehingga tidak terjadi kematian ibu dan anak akibat kesalahan penanganan saat persalinan.
"Jangan sampai ada lagi kasus stunting yang mengakibatkan pertumbuhan tidak normal pada anak. Asupan gizi harus seimbang dan ibu hamil harus rutin ke posyandu agar pertumbuhan bayi bisa terkontrol," kata Apet.
Menurut Apet, jika hal ini bisa dilakukan maka peningkatan IPM Kabupaten Kapuas bisa tercapai. Kemudian, tidak ada lagi bayi yang stunting, gizi buruk dan cacat akibat tidak mendapatkan imunisasi lengkap. "Satu lagi, bisa menekan tingkat kematian ibu dan anak, dan untuk itu insentif dari daerah pasti ada," pungkas dia. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)








