BORNEONEWS, Sampit - Dana proyek multiyears jalan seberang penghubung tiga kecamatan sebesar Rp40 miliar dijadikan sisa anggaran kegiatan (silpa). Padahal, ada dampak besar yang diperkirakan bakal terjadi jika dana tersebut masuk silpa.
"Besar dampaknya yang akan terjadi, banyak kegiatan yang sudah diusulkan bakal tidak telaksana," kata Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli seusai memimpin rapat kompilasi APBD Perubahan di DPRD Kotim, Rabu (13/9/2017) malam.
Ia memperkirakan, dampaknya bakal berpengaruh terhadap:
1. Tidak terakomodirnya kenaikan insentif lembur petugas Damkar
2. Tidak terakomodirnya kenaikan insentif petugas Disdukcapil
3. Tunjangan transportasi dan perumahan dewan terancam tidak terakomodir.
4. Perjalanan dinas dewan ditiadakan.
5. Tertundanya penertiban PSK
6. Serapan anggaran Kotim terancam tak tercapai.
7. Biaya pengelolaan sampah terancam tak terakomodasi yang dikhawatirkan berdampak terhadap perolehan adipura.
8. Penambahan dana Kotim sebagai tuan rumah Hari Pangan Sedunia se-Indonesia terancam tidak ada.
9. Paskibraka terancam tidak bisa berangkat wisata ke Bali.
10. Dana untuk radikalisme hingga kegiatan lain yang rencananya diakomodasi melalui pergeseran dana multiyeras tersebut tidak bisa terlaksana.
"Padahal saat kita skors rapat ini sudah kita jelaskan semuanya, namun mereka banyak yang memilih tetap dijadikan silpa, ya ini pilihan dewan sendiri," tegas Jhon.
Menurut Jhon, mereka sudah berupaya untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat agar dana multiyeras itu bisa dimanfaatkan. "Salah satunya capai target serapan anggaran kita," tandasnya.
Namun dari 21 anggota Banggar, 11 orang secara voting memilih anggaran multiyeras Rp40 miliar dijadikan sebagai silpa. (NACO/B-2)
Ini Dampak Besar Dana Multiyears Dijadikan Silpa
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
RMP di Teluk Sampit Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Buka Lapangan Kerja
Komentar (0)
Memuat komentar…







