BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di beranda rumah yang sederhana, Jumiati (55) asyik membelah bambu menjadi bilah-bilah kecil berukuran sekitar 20 centimeter. Sejurus kemudian, ia melancipkan ujungnya menjadi bilah tusuk sate yang masih kasar.
Kemudian, warga RT 25, Jalan A Yani, Gang Lele, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat itu menghaluskan bilah-bilah tusuk sate kasar menggunakan alat sederhana.
Alat itu dibuat menggunakkan besi berbentuk bulat kecil berdiameter sekira 2,5 centimeter yang berlubang seukuran tusuk sate. Ujung bulatan besi kecil ditajamkan sehingga berfungsi sebagai mata pisau yang berfungsi menghaluskan tusuk sate, sementara proses lainnya dikerjakan secara manual.
Nenek Jumiati menceritakan, profesi membuat tusuk sate sudah dilakoninya sejak satu dasawarsa ini. Dalam sebulan ia berpenghasilan antara Rp1 juta hingga Rp1,2 juta dari hasil membuat tusuk sate.
Dalam memasarkan produk tusuk satenya, nenek Jumiati tidak perlu bersusah payah. Ia mempunyai pelanggan tetap yang setia mendatangi kediaman nenek Jumiati untuk mengambil orderannya.
Sementara ini, tusuk sate buatannya baru tersebar di Kota Pangkalan Bun dan sekitarnya. "Para pelanggan yang ambil sendiri tusuk satenya untuk seribu bilah tusuk sate harganya Rp12 ribu," kata Jumiati.
Melakoni profesinya nenek Jumiati tidak sendiri, anak-anaknya juga turut membantunya dalam memenuhi pesanan tusuk sate. Sejak pagi hingga sore hari aktivitas pembuatan tusuk sate menghiasi rumah sederhana itu.
Walau begitu, dalam mengembangkan usahanya nenek Jumiati terkendala dalam pengadaan bahan baku bambu dan modal. Menurutnya saat ini ia mengupah orang untuk mencari bambu. "Dulu masih mudah kalau saat ini sulit mencarinya, terpaksa kami mengupah orang untuk mencari bambu," imbuhnya.
Nenek Jumiati berharap, pemerintah dapat membantu permodalan untuk meningkatkan usahanya. Apalagi di usianya yang sudah tidak muda lagi ia masih menggunakan peralatan manual yang sederhana. (KOKO SULISTYO/B-2)
Mengais Rezeki dengan Bilah Bambu
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapuas Mengaji Dicanangkan di Pulau Petak
Menekraf Dorong Ekraf jadi Penggerak Pertumbuhan Negara Berkembang
Pemerintah Pusat dan Daerah Jangan Saling Menyalahkan dalam Tangani Karhutla
Warga yang Ikut Padamkan Karhutla di Kapuas Meninggal
Warga Batu Badinding Katingan Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Kebun Sawit
Investor Pasar Modal Kobar Tembus 32.800, Transaksi Saham Naik Jadi Rp20,16 Miliar
Komentar (0)
Memuat komentar…







