BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Nono meminta agar peran dan fungsi dari Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah agar dioptimalkan.


Pasalnya selama ini menurutnya masih banyak yang belum mengetahuinya, padahal tempat utuk melatih keterampilan kerja tersebut sangat diperlukan masyarakat..
Lanjut Nono, pada prinsipnya keberadaan BLK itu cukup bagus, namun sayangnya praktek untuk mengoptimalkan peran BLK itu belum dilakukan secara maksimal.


"Masyarakat kita banyak yang kurang tahu adanya balai itu selama ini terutama masyarakat lokal," kata Nono, Kamis (14/9/2017)

Politisi partai Hanura ini mendorong agar dinas terkait, bisa kembali membenahi dan mengoptimalkannya. Karena saat ini banyak kasus yang menyeret warga Kotim salah satunya karena tidak ada keterampilan kerja.

"Maka dari itu tidak jarang mereka terlibat dalam tindak pidana pencurian, karena tidak ada keahlian kerjanya, dari itu sangat tepat kalau peran BLK ini dioptimalkan," tandasnyaa.

Fakta yang terjadi selama ini menurut Nono, kesempatan bekerja di perusahaan-perusahaan banyak diisi oleh pekerja dari luar. Tenaga kerja lokal hanya mengisi posisi sebagai buruh kasar, bukan posisi strategis yang membutuhkan keahlian dan spesifikasi yang dibutuhkan perusahaan. (NACO/B-5)