BORNEONEWS, Kasongan - Sekda Katingan Nikodemus belum bisa memberikan komentar terkait informasi dana APBD Katingan senilai Rp100 miliar yang informasinya 'hilang' saat disimpan di BTN Jakarta. "Saya belum bisa kasih komentar, soalnya hasil di sananya saya tahu," kata Sekda Kabupaten Katingan Nikodemus kepada borneonews.co.id sebelum menghadiri paripurna di Gedung DPRD Katingan, Jumat (15/9/2017).

Sementara itu, Kepala Bappelitbang Kabupaten Katingan, Wim Ngantung saat dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan atas informasi tersebut. "Coba konfirmasi dengan pa Roby (Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah/DPKA) selaku bendahara umum," ujar Wim Ngantung.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKA) Katingan, Roby hingga berita ini ditulis belum bisa dimintai konfirmasi.

Di sisi lain, Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir L Nussa mengatakan jika dirinya baru saja menerima surat dari pemerintah daerah mengenai laporan tentang dana APBD 2014 yang disimpan di salah satu bank di Jakarta. "Kami terkejut setelah ada laporan itu, sebab dana yang disimpan itu diinformasikan tidak ada," kata Ketua DPRD Ignatius Mantir.

Menurut Mantir, panggilan akrab Ketua DPRD Katingan ini, awalnya uang APBD Katingan disimpan di Bank BTN Jakarta sebanyak Rp100 miliiar.
Namun dari laporan yang disampaikan pemerintah daerah ke DPRD Katingan saat ini duit tersebut hanya tersisa Rp935 juta.

"Terkait ini DPRD akan menyelidiki bagaimana bentuk penyimpanan dana itu, sebab total awalnya Rp100 miliar dengan tiga kali transfer Rp75 miliar, kemudian Rp10 miliar dan terakhir Rp15 miliar," katanya.

Akan tetapi dana tersebut tiba-tiba hanya tersisa Rp35 miliar saja. "Ini bagaimana prosesnya kok bisa seperti itu, sebab sekarang berdasarkan laporan hanya sisa Rp935 juta saja," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-2)