BORNEONEWS, Sampit -
Kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai marak terjadi belakangan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) diminta lebih gencar lagi mengajak masyarakat untuk sama-sama peduli melakukan penanggulangan.

"Karena saya lihat hanya tim posko gabungan kelihatannya yang gencar melakukan pemadaman, sementara masyarakat setempat minim kesadarannya ikut memadamkan api," kata Ketua Fraksi Hatinurani Kebangkitan, H Abdul Khalik kepada Borneonews, Sabtu (16/9/2017).

Menurut politisi PKB yang akrab disapa Alex itu, jika kebakaran itu terjadi semua masyarakat akan merasakan dampaknya. Oleh karena itu, ia berharap Pemkab Kotim bisa mengempanyekannya lagi, termasuk meminta kepada perusahaan-perusahaan khususnya yang ada di Kota Sampit paling tidak menyediakan peralatan pemadaman api.

"Karena tidak sering kami lihat api muncul di sekitar perkantoran mereka, apa salahnya kalau mereka menyediakan peralatan sendiri, apalagi seperti sekarang ini kebakaran di mana-mana kalau hanya sekadar menunggu tim tentu tidak tertangani mereka," katanya.

Alex menyebut alat untuk pemadaman harganya tidak seberapa, hanya bermodalkan alkon dan selang. "Masa sekelas perusahaan tidak mampu menyediakan alat itu, ada lahan disekitarnya terbakar hanya melihat saja, memang kantornya tidak terbakar tapi dampaknya itu," tukas Alex.

Termasuk masyarakat yang memiliki kebun yang cukup luas, untuk menghindari kebakaran ia berharap agar menyediakan peralatan pemadaman sendiri. Sementara terkait penegakan hukum yang dilakukan aparat Alex sangat mendukung. Ia meminta agar pelaku yang sengaja membakar lahan di musim seperti sekarang agar ditindak tegas termasuk pihak korporasi. (NACO/B-8)