BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran lahan yang terjadi di Kotawaringin Timur (Kotim) beberapa hari terakhir ini cenderung meningkat, berbagai kendala mulai dihadapi oleh Tim Posko Gabungan Kebakaran Hutan, Lahan dan Kebun Pemkab setempat.

Kendala yang tengah dihadapi petugas yakni terbatasnya alat pemadaman, sehingga tidak jarang dengan kondisi peralatan seadanya menyulitkan petugas di lapangan.

"Kami sangat berharap dengan kondisi kebakaran yang cenderung meningkat peralatan bisa ditambah," kata Kepala BPBD Kabupaten Kotim, M Yusuf melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Sutoyo, Minggu (17/9/2017).

Tidak hanya soal peralatann menurut Sutoyo tidak jarang petugas harus melakukan pemadaman hingga malam hari, meski jatah makan dan snack hanya satu kali saja untuk sehari, mengingat di anggaran jatah konsumsi petugas hanya seperti itu.

"Kami stanby di posko kadang-kadang bisa sampai subuh pukul 03.00-04.00 wib apalagi seperti sekarang ini kebakaran mulai terjadi," tegas Sutoyo.

Meski demikian menurut Sutoyo tim yang terdiri dari BPBD, Damkar, Manggala Agni, TNI dan Polri tersebut terus semangat, bahkan tim reaksi cepat selalu siap meluncur jika menemukan adanya titik api bahkan langsung melalui laporan masyarakat. (NACO/B-5)