SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Menjadi pekerja seks bukanlah suatu pilihan bagi sejumlah wanita di Lokalisasi Km 12, Jl Jendral Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Namun banyak dari mereka terpaksa melakukan hal tersebut karena keadaan, baik itu dari segi ekonomi, pendidikan, maupun prustasi.

Seperti curhatan wanita penghibur berinisial S (35). Ia mengatakan, sekitar enam tahun lalu dia menikah dengan suaminya di Pulau Jawa. Awalnya berjalan dengan baik layaknya pasangan suami istri pada normalnya.

Namun karena ekonomi yang saat itu tidak baik membuat dirinya nekat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Arab Saudi. Hal itu dilakukan untuk membantu keuangan rumah tangganya.

Sekitar dua tahun berada di Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga. Diapun memutuskan kembali ke Indonesia, dengan maksud berkumpul bersama sang suami. Namun di perjalananya, hubungan pernikahan mereka kandas, hingga berakhir dengan perceraian. Hal tersebut, membuatnya semakin terpuruk, bahkan kondisi ekonomi juga menurun drastis.

Keadaan tersebut menjadikannya nekat memilih suatu pilihan yang salah, yakni sebagai wanita penghibur.

"Saya terpaksa begini karena saat itu kondisi ekonomi sayang buruk. Jadi pada saat saya ditawari di Kota Sampit ini, langsung saya terima saja," kata S, kepada Borneonews.co.id, Sabtu (16/9/2017).

Ia berharap dengan sebagai wanita penghibur membuat keadaan ekonominya membaik. Namun selama tiga bulan terakhir datang ke Kota Sampit ini, belum juga menghasilkan uang sesuai dengan apa yang diinginkan.

S juga mengungkapkan bahwa ia terkadang iri dengan wanita normal di luar sana. Di mana mereka bisa mendapatkan kehidupan yang layak, tanpa harus dilecehkan akibat pekerjaan yang dijalani. Bahkan terkadang ada rasa penyesalan dalam hati.

"Kalau penyesalan pasti ada. Tapi, melihat dari keadaan terpaksa mengerjakan pekerjaan ini, walaupun menanggung malu karena pekerja hina," ungkap S.

Ia saat ini hanya bisa berharap agar bisa segera pulang ke kampung halamannya, dan bisa hidup norman, seraya bisa mendapatkan jodoh lelaki yang baik. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)