BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran terus menagih tindak lanjut pengerukan Sungai Kapuas Murung yang digadang menjadi tol sungai ‘pertama’ di Kalimantan. Ia memberi perhatian besar masalah ini, karena ada harapan besar untuk perekonomian menuju Kalteng Berkah.
Persoalannya lagi, Sugianto sudah memberi amanat kepada jajarannya sejak awal tahun ini, namun perkembangannya terus tersendat. Bahkan, hingga berganti kepala dinas. Pernah ia marah kepada Menteri Perhubungan RI karena menunjuk atau memberikan rekomendasi kepada satu perusahaan pengeruk alur, namun perusahaan yang ditunjuk tidak bonafide alias ‘ecek-ecek’ sehingga sampai kini pun tidak digarap.
"Paling lambat pada 2018 sudah harus jalan pengerukan Sungai Kapuas Murung tersebut. Itu sudah tahun kedua, kepala dinas tidak boleh tutupi lagi (perkembangannya)," ungkap Sugianto mewanti, pekan lalu.
Ia gusar, kenapa kementerian perhubungan bisa sampai menunjuk satu perusahaan saja untuk melaksanakan proyek pengerukan alur tersebut. Setelah digali lebih jauh, perusahaan yang sudah pernah datang ke Kalteng untuk paparan tersebut, diketahui tidak punya cukup modal untuk mengerjakannya.
Alhasil, ia berharap kucuran modal dari nilai proyek di Pemprov Kalteng ini. "Itu yang membuat Gubernur kesal. Upaya untuk mempercepat pembangunan agar Kalteng ini tidak ketergantungan dengan provinsi tetangga, Penerimaan daerah terdongkrak, tetapi terganjal kementerian," ucap sumber Borneonews, Minggu (17/9/2017). (ROZIQIN/B-2)
Gubernur Tagih Tindak Lanjut Proyek Pengerukan Sungai Kapuas Murung
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







